Membaca watak seseorang melalui gerak isyarat telapak tangan
Pada artikel kali ini akan diterangkan bagaimana membaca watak seseorang dengan cara berjabat tangan, kita tidak tahu kalau orang yang dihadapan kita itu wataknya seperti apa. kita sering menjumpai seseorang melakukan berjabat tangan sehari-hari bahkan kita sendiri pernah melakukannya, pada artikel ini akan kita bahas bagaimana membaca pikiran seseorang dengan berjabatan tangan, diantaranya adalah sebagi berikut;
Ø .Posisi telapak tangan menghadap ke atas
Ø .Posisi telapak tangan menghadap ke bawah
Ø .Posisi telapak tangan yang jari-jarinya rapat
Ø .Macam-macam gerak isyarat berjabat tangan
Mari kita bahas judul di atas satu persatu yang ada dibawah ini:
Ø posisi telapak tangan menghadap ke atas
sebenarnya ada banyak cara untuk mengetahui apakah orang yang ada dihadapan kita itu berbohong atau tidak dengan cara berjabat tangan. dengan melihat posisi telapak tangannya, sebab sepanjang sejarah. telapak tangan yang terbuka yang dihubungkan dengan kejujuran, penyerahan diri dan permohonan yang tulus dari hati nurani seseorang. sebagai contoh lihatlah orang yang sedang berdoa pasti telapak tangannya akan menghadap ke atas. kita juga kok, kalau berdoa gitu dan juga tidak ketinggalan yang pasti kalau minta uang pada ortu(orang tua). dengan cara melihat telapak tangan seseorang kita bisa mengetahui apakah orang yang ada di hadapan kita itu berbohong atau jujur kepada kita. seseorang yang mencoba berbohong , maka tanpa disadari telapak tangannya akan disembunjikan di kantong saku celananya, atau di balik punggungnya.
misal seorang anak kecil yang sedang bermain-main pergi jauh sama teman-temannya. lalu ketika pulang kita bertannya kepadanya, pergi kemanakah selama seharian ini kamu tidak kelihatan. apakah dia akan menjawab? kalau memeang yaa, jawabannya seakan-akan jujur tapi kita melihat isyarat telapak tangannya yang bersedekap menyembunyikan telapak tangannya dalam lipatan bahunnya, atau memasukan telapak tangannya ke sakunya dan atau juga dibalik punggungnya, maka pada kesimpulannya bahwa anak ini telah berbohong, namun tidak selamanya telapak tangan di jadikan sebagai penentu apakah orang ini berbohong atau jujur, ia senantiasa jujur dan melaporkan kepada kita bagaimana isi hati orang yang bersangkutan.